Tag Archives: Banjir

Petani Mengalami Puso mendapat Bantuan Pangan

Kejadian air pasang laut dan curah hujan yang hampir bersamaan menyebabkan banjir terjadi pada bulan Desember sampai Januari kemaren banyak petani Desa Kalimantan Kec. Paloh mengalami kerusakan tanamannya sehingga mengalami gagal panen (puso).  Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP PPPK) Kab. Sambas memberikan bantuan pangan berupa beras dan bibit padi kepada petani yang gagal panen. “sebagai wujud kepriahatianan tersebut kami Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas memberikan bantuan beras yang  jumlahnya terbatas, semoga bantuan ini dapat mengurangi beban para petani, “ungkap Wakil Bupati Sambas DR Pabali Musa M.Ag, pada saat menyerahkan bantuan kepada petani di Aula Balai Desa Kalimantan Kec. Paloh, Kamis (2/2). yang dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kab. Sambas, Camat Paloh, Danramil Paloh, Muspika dan tokoh agama dan tokoh masyarakat paloh.

Pabali mengatakan kita tentu sudah memahami bahwa tingginya curah hujan disertai air pasang yang  menyebabkan banjir, merupakan gejala alam yang tidak bisa kita cegah, kejadian alam tersebut merupakan langganan setiap tahun di daerah kita, “katanya. Untuk  itu terangnya bagaimana kita mencari solusi yang tepat untuk  mengatasi gejala alam tersebut agar tidak menyebabkan pengaruh buruk bagi kehidupan kita. “maksudnya kejadian alam tersebut merupakan langganan setiap tahun diharapkan petani dapat menjadwalkan tanaman padi maupun ikan diakhir tahun sudah selesai panen dan dapat menanam padi lebih awal dan dengan menggunakan varietas padi yang berumur pendek, “terangnya.

Menurutnya, belajar dari pengalaman dimana banjir hampir setiap tahun, maka sebaiknya setiap rumah tangga mengembangkan cadangan pangan dengan menyisihkan  sebagian hasil  panennya, demikian pula Pemerintah Desa (Pemdes) juga perlu mengembangkan canangan pangan Desa. “untuk mendukung pengembangan canangan pangan tingkat desa, Pemerintah Kabupaten telah membangun lumbung pangan di beberapa desa, diharapkan kepada camat dan kepala desa serta para penyuluh dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya lumbung pangan yang ada di pedesaan, “tuturnya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan untuk meningkatkan produk pangan harus terus kita lakukan, mengingat semakin bertambahnya jumlah penduduk maka keperluan bahan pangan akan terus meningkat, diramalkan akan datang dunia akan mengalami krisis pangan. “Bapak Presiden telah memerintahkan agar kita mampu  mencapai suplus beras dan tidak lagi mengimfor beras dari luar negeri, mengingat masing-masing negara produsen beras tidak menjual lagi berasnya, tetapi lebih mengutamakan untuk menjadikannya mengutamakan pangan negaranya sendiri. Oleh sebab itu Pabali berharap kepada petani terus berusaha lebih giat lagi untuk menanam padi, “ujarnya.

Bupati Pantau Banjir di Sepantai Kecamatan Sejangkung

Bupati Sambas, dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph., bersama beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada Rabu, 18 Januari 2012 memantau langsung banjir yang melanda Desa Sepantai yang telah terjadi beberapa hari lalu. Meski cuaca dalam seminggu terakhir relatif tidak ada hujan, banjir tetap melanda desa di Kecamatan Sejangkung. Rendahnya daerah tersebut ditambah pasang sungai dan kiriman air di perhuluan merupakan penyebab tergenangnya rumah warga.

Dalam kunjungannya tersebut Bupati mengatakan akan melakukan relokasi bagi warga Desa Sepantai yang mengalami banjir ke daerah yang tidak banjir. Termasuk juga merelokasi sekolah dan puskesmas setempat. ”Rencananya sekitar 250 KK (kepala keluarga) yang akan direlokasi ke Dusun Sidodadi, Desa Sepantai, karena di dusun ini merupakan daerah tinggi yang tidak mudah digenangi air,” ujarnya saat meninjau banjir.

Selain itu, Pemkab juga akan meminta bantuan dari pusat Kementerian, di antaranya Kementrian Sosial (Kemensos), terkait kasus banjir kepada sejumlah lokasi banjir di Desa Sepantai.“Guna mendukung akses pendidikan dan kesehatan, sekolah dan puskesmas juga akan kita usulkan untuk direlokasi. Apalagi berdasarkan laporan warga, sudah tiga minggu anak-anak Desa Sepantai tidak bisa bersekolah dan tidak bisa memeriksakaan kesehatan di puskesmas dikarenakan banjir. Ini kita lakukan, agar dapat mendukung proses belajar mengajar dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa Sepantai,” ungkap Bupati.

Kepala daerah juga menilai betapa sulitnya menempuh desa tersebut, di mana dengan menggunakan speed boat memakan waktu hingga dua jam, dan dengan menggunakan motor air bisa mencapai 5 jam. “Kasihan mereka, untuk komunikasi pun sulit, karena daerah Sepantai masih belum dimasuki jaringan telekomunikasi, jadi sinyal Hp tidak bisa online, sehingga komunikasi terputus,” ungkapnya.

Untuk sementara ini, Bupati mengungkapkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan terlebih dahulu sambil menunggu air kembali surut. Begitu para siswa masuk sekolah, maka ia meminta agar Dinas Pendidikan memberikan materi pengayaan belajar mengajar untuk menutupi waktu-waktu mereka yang tertinggal.

Sedangkan untuk kesehatan, Pemkab akan menugaskan Dinas Kesehatan untuk melakukan monitoring melalui puskesmas keliling kepada masyarakat. “Untuk bantuan banjir yang sudah disalurkan kepada masyarakat, tidak hanya dari Pemkab Sambas, ada juga bantuan dari BAZ dan organisasi kemasyarakatan lainnya,” kata Bupati.  Di tempat sama, Kades Sepantai Herlin, kepada sejumlah media mengungkapkan kegembiraannya atas rencana Pemkab untuk merelokasi warganya. Bersama warganya dia mengucap rasa syukur ada usaha relokasi ini, sehingga ke depan akan lebih baik lagi. “Kami berharap wacana ini cepat direalisasikan, bantuan Pemkab Sambas, (Pemerintah) Provinsi, dan pemerintah pusat sangat kami nanti,” katanya.

4 Desa Di Selakau Terendam Banjir

Sebanyak empat desa sudah dilanda banjir di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Banjir yang melanda kali ini karena curah hujan tinggi dan air laut pasang. Penjelasan tersebut dikemukakan amat Selakau Chifni  B SSos via telepon seluler menjelaskan kepada Bagian Humas PDE dan Sandi Setda Kab Sambas, Rabu (25/11) . “Dari empat desa yang dilanda banjir, 58 rumah sudah terendam air,” kata dia.  Disebutkannya, empat desa yang dilanda banjir yakni Semelagi Besar, Desa Pangkalan Bemban, Desa Bentunai dan Sungai Daun. “Khusus Desa Semelagi Besar di kawasan Gayung Bersambut kami sudah bersiaga untuk evakuasi warga. Kami terus memantau ketinggian air yang merendam rumah,” ungkapnya.

Chifni mengatakan ketinggian air dalam rumah rata-rata mencapai 30 centimeter. Dikatakannya, sekarang air masih bertahan karena tertahan oleh pasangnya air laut.“Kami petugas di kecamatan telah dibantu dari kabupaten. Bahkan bantuan juga telah disampaikan kepada warga yang terimpa musibah di lokasi bencana banjir,” jelas mantan Camat Jawai Selatan ini.Menurutnya, menuju ke titik bencana petugas harus menggunakan sampan. Ia mengemukakan bantuan yang disampaikan kepada masyarakat berupa obat-obatan, mie instan dan beras.“Data kerusakan yang telah kami himpun, tanaman padi yang terendam mencapai 120 hektar. Sampai sekarang masih belum ada yang mengungsi, bantuan juga datang dari Tim SAR,” kata Chifni.

Camat Selakau mengingatkan warga di kawasan rawan banjir tetap waspada dengan tingkat curah hujan tinggi. Chifni mengatakan cuaca buruk ditambah kondisi air laut pasang kemungkinan besar akan membuat genangan air atau banjir bertahan lama.“Kami hanya berharap kondisi bencana alam ini tidak separah beberapa tahun sebelumnya. Mudah-mudahan banjir tidak membawa dampak terhadap bencana lainnya,” harapnya.Disinggung persediaan apa saja di posko bencana kecamatan, Chifni mengatakan ada obat-obatan dan bahan makanan. “Semoga bencana ini cepat berlalu, dan tidak terulang lagi banjir parah seperti tahun-tahun sebelumnya.”